Berita

Detail Berita

Informasi terbaru dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Mukomuko Kabupaten Mukomuko.

Peristiwa Kericuhan di PT Agro jadi Catatan Pemerintah, Ini Saran DPMPTSP Mukomuko
Artikel 07 Jul 2024 Admin OPD 39 kali dilihat

Peristiwa Kericuhan di PT Agro jadi Catatan Pemerintah, Ini Saran DPMPTSP Mukomuko

Peristiwa Kericuhan di PT Agro jadi Catatan Pemerintah, Ini Saran DPMPTSP Mukomuko

Peristiwa Kericuhan di PT Agro jadi Catatan Pemerintah, Ini Saran DPMPTSP Mukomuko-Istimewa-rmonline.id
MUKOMUKO, RMONLINE.ID – Peristiwa kericuhan antara masyarakat dan petugas security PT Agro Mukomuko Estate pada Jum’at, 5 Juli 2024 bagian dari catatan pemerintah.

Diharapkan, persoalan serupa tidak terjadi di sejumlah perusahaan investasi di daerah. Baik di perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). 

‘’Perusahaan butuh kenyamanan berinvestasi, di samping itu juga berkewajiban menjaga lingkungan. Dari peristiwa kericuhan yang terjadi di PT Agro baru-baru ini, tentunya menjadi catatan, agar ke depan tidak terjadi persoalan serupa,’’ kata Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Mukomuko, Juni Kurnia Diana, SAP di Mukomuko, Minggu, 7 Juli 2024. 

Mempelajari peristiwa itu, kata Juni Kurnia Diana, simpul kericuhan hingga mengakibatkan masyarakat bergerak dan membakar pos security milik PT Agro, diduga ada kesalahan sikap dalam penanganan masalah oleh petugas satuan pengamanan perusahaan.

Ini perlu disikapi, kata Juni, semua petugas security perusahaan perlu diberi penguatan pembekalan sikap dalam menangani masalah.

‘’Seorang petugas security juga perlu dibekali dengan pengetahuan dalam bersikap ketika berhadapan dengan masalah. Pembekalan ini penting, sehingga terwujudnya sikap yang elegan dalam bertindak,’’ ujarnya. 

Seperti yang terjadi di PT Agro di Desa Air Kasai, Kecamatan Air Dikit kemarin, kata Juni Kurnia. Ia meyakini tidak akan terjadi kericuhan ketika masalah yang dihadapkan mengedepankan tindakan persuasif.

Apa lagi kejadian ini melibatkan anak-anak. Kata Juni Kurnia, seharusnya akan lebih tepat penanganan masalahnya dengan cara yang lebih humanis.

‘’Dari kejadian ini, penting bagi seorang security memahami masalah. Mana yang murni tindakan kejahatan dan mana yang hanya bersifat kenakalan,’’ ulasnya.

Mengulas kembali, penyebab kericuhan ini terungkap dalam forum musyawarah penyelesaian masalah yang difasilitasi oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Ari Dikit di Kantor Camat Air Dikit pada Jum’at, 5 Juli 2024, malam. 

Bahwasanya, kericuhan ini bermula dari pengamanan pencari berondolan sawit (pengumpul buah sawit yang jatuh ke tanah, red) oleh petugas security PT. Agromuko.

Camat Air Dikit, Joni Kurniadi menyampaikan,  mulanya, pada Kamis, 4 Juli 2024, petugas security PT Agromuko memergoki 4 orang anak dari warga Desa Dusun Baru V Koto, Kecamatan Air Dikit yang tengah mencari berondolan sawit. 

Dari empat orang anak yang seusia pelajar tingkat SMP itu, 2 di antaranya berhasil diamankan petugas security PT Agromuko, dan 2 orang lagi berhasil kabur dari pengejaran. 

Mengetahui hal itu, pemerintah desa bersama warga lainnya mencoba mendatangi petugas security untuk menanyakan titik persoalan terkait pengamanan 2 orang anak pencari berondolan sawit tersebut. 

Namun tidak menemukan solusi, bahkan pihak security tetap bersikukuh, seolah 2 orang anak yang diamankan itu mengambil berondolan sawit milik perusahaan. 

Ini berbeda dari pengakuan si anak. Dari pengakuan 2 orang anak, berikut dengan 2 anak lainnya, berondolan sawit yang mereka himpun, bukan berada dalam kawasan HGU PT Agromuko, melainkan dari siring pembatas antara kebun HGU dengan kebun milik warga desa. 

Dari kejadian ini, kata Camat Air Dikit, kedua belah pihak sempat bersitegang. Mempertahankan argumen dari masing-masing mereka. 

Namun yang menjadi pemicu kericuhan, security yang bertugas kala itu sempat mengeluarkan kata-kata yang kurang mengenakkan warga. Sehingga terjadi cekcok mulut. 

‘’Dari keterangan yang kami dengar, petugas security perusahaan sempat mengeluarkan kata-kata sedikit agar kasar kepada si anak, sehingga warga tersinggung,’’ ujar Camat Air Dikit. 

Peristiwa cekcok itu, sampai ke masyarakat lainnya. Sehingga pada Jum’at kemarin, sejumlah warga mendatangi lokasi dan terjadi pembakaran pos jaga seucrity, lokasi 2 orang anak itu diamankan. 

‘’Ya, berangkat dari cekcok itu, masyarakat datang ramai-ramai, hingga terjadi pembakaran pos jaga,’’ terangnya. 

Menyikapi hal ini, pihak kepolisian dan petugas dari TNI serta pemerintah kecamatan dan pemerintah desa datang ke lokasi kejadian. Dengan tujuan untuk melakukan upaya pencegahan agar tidak terjadi kericuhan yang lebih besar. 

‘’Kami bersama kepolisian dan TNI berupaya mencari titik penyelesaian, sehingga diadakanlah musyawarah dengan menghadirkan ke dua belah pihak. Warga dan pihak security dan manajemen perusahaan,’’ kata Joni Kurniadi. 

Berdasarkan hasil musyawarah Jum’at malam itu, menemukan titik penyelesaian. Pihak perusahaan akan memberikan sanksi tegas terhadap petugas security yang dinilai kelewatan batas dalam menjalani tugasnya. Sementara kedua anak yang diamankan dikembalikan ke pangkuan orang tuanya.

‘’Petugas security itu diberi sanksi tegas oleh pihak perusahaan. Dan anak yang sempat diamankan itu telah dikembalikan dengan selamat ke pihak keluarganya,’’ demikian Joni Kurniadi. *

Sumber :  MUKOMUKO, RMONLINE.ID

https://radarmukomuko.disway.id/read/684423/peristiwa-kericuhan-di-pt-agro-jadi-catatan-pemerintah-ini-saran-dpmptsp-mukomuko/15

Info lainnya tentang Dinas PMPTSP Kabupaten Mukomuko dapat diakses melalui:

Instagram (dpmptsp_mukomuko)
X (@DPMPTSP Kabupaten Mukomuko)
Website (https://dpmptsp.mukomukokab.go.id/)
Facebook (Dpmptsp Kabupaten Mukomuko)

#DPMPTSO MUKOMUKO #PT AGRO MUKO #KERICUHAN